MAKALAH TENTANG CARA RETRIBUSI BANK
DI SUSUN OLEH:
NAMA : zulkarnain
NPM : 1423051006
KELAS : F1D3MI-03
![]() |
AKADEMI MANAJEMEN
INFORMASI DAN KOMPUTER (AMIK)
DIAN CIPTA
CENDIKIAKAMPUS METRO
2015
PEMBAHASAN
A. Pengertian dari Basis Data
Terdistribusi
Basis
Data Terdistribusi adalah kumpulan data logic yang saling berhubungan secara
fisik terdistribusi dalam jaringan komputer, yang tidak tergantung dari
program aplikasi sekarang maupun masa yang akan datang.
File merupakan kumpulan data yang
dirancang untuk suatu aplikasi atau sekumpulan aplikasi yang dekat hubungannya.
Contoh
Basis Data Terdistribusi :
1. Misalnya sebuah bank yang memiliki banyak cabang, bahkan di sebuah kota bias
terdiri dari beberapa cabang / kantor.
2. Masing-masing lokasi memiliki jaringan lokal sendiri, dan semua jaringan local
itu dihubung
kan satu sama lain membentuk sebuah jaringan nasional.
3. Struktur Basis Data Terdistribusi
4. Sebuah sistem basis data terdistribusi hanya mungkin dibangun dalam sebuah
sistem jaringan komputer.
Topologi
Jaringan :
1.
Topologi bintang (star).
2.
Topologi Cincin (Ring).
3.
Topologi Bus.
Perbedaan utama di antara berbagai topologi di atas
terletak pada :
1.
Biaya Instalasi ; Biaya dalam membangun hubungan link
antar simpul.
2.
Biaya Komunikasi ; Waktu dan biaya dalam pengoperasian
sistem berupa pengiriman data dari satu simpul kesimpulan lain.
3.
Kehandalan ; Frekuensi/tingkat kegagalan
komunikasi yang terjadi.
4.
Ketersediaan ; Tingkat kesiapan data yang dapat
diakses sebagai antisipasi kegagalan komunikasi.
a.
Jenis Transaksi
1)
Transaksi Lokal ; Transaksi yang mengakses data
pada suatu simpul (mesin/server) yang sama dengan simpul dari mana transaksi
tersebut dijalankan.
2)
Transaksi Global ; Transaksi yang membutuhkan
pengaksesan data di simpul yang berbeda dengan simpul dimana transaksi tersebut
dijalankan, atau transaksi dari sebuah simpul yang membutuhkan pengaksesan data
ke sejumlah simpul lainnya.
1) Data disimpan di sejumlah tempat.
2)
Prosessor pada tempat yang berbeda tersebut
dihubungkan dengan jaringan computer.
3)
Sistem basis data terdistribusi bukan terdiri dari
sekumpulan file yang berada pada berbagai tempat tetapi pada sebuah basis data
di berbagai tempat.
4)
Setiap tempat secara mandiri memproses permintaan user
yang membutuhkan akses ke data di tempat tersebut dan juga mampu untuk
memproses data yang tersimpan di tempat lain.
c.
Keuntungan yang diberikan oleh sistem basis data
terdistribusi.
1)
Pengelolaan secara transparan data yang terdistribusi.
2)
Mengacu pada struktur organisasi.
3)
Meningkatkan untuk berbagi dan otonomi local.
4)
Meningkatkan ketersediaan data.
5)
Meningkatkan kehandalan.
6)
Meningkatkan performasi kerja.
7)
Memudahkan pengembangan sistem.
d.
Kerugian
yang diberikan oleh sistem basis data terdistribusi
1)
Kompleksitas manajemen.
2)
Kontrol integritas lebih sulit.
3)
Biaya pengembangan.
4)
Keamanan.
5)
Sulitnya standarisasi.
6)
Menambah kebutuhan penyimpanan.
7)
Lebih sulit dalam mengatur lingkungan data.
e.
Desain Basis Data Terdistribusi.
1)
Ada beberapa pendekatan yang berkaitan dengan
penyimpanan data/tabel dalam sebuah sistem basis data terdistribusi, yaitu :
a)
Replikasi adalah adalah suatu teknik untuk
melakukan copy dan pendistribusian data dan objek-objek database dari satu
database ke database lain dan melaksanakan sinkronisasi antara database
sehingga konsistensi data dapat terjamin. Pengertian lain:
1.
Sistem memelihara sejumlah salinan/duplikat
tabel-tabel data.
2.
Setiap salinan tersimpan dalam simpul yang berbeda,
yang menghasilkan replikasi data.
b)
Fragmentasi adalah sebuah fenomena di ruang
penyimpanan yang digunakan secara tidak efisien, mengurangi kapasitas
penyimpanan. Istilah ini juga digunakan untuk menunjukkan tempat yang gersang
itu sendiri. Pengertian lain :
1.
Data dalam tabel dipilah dan disebar ke dalam sejumlah
fragmen.
2.
Tiap fragmen disimpan di sejumlah simpul yang
berbeda-beda.
3.
Fragmentasi dapat berbentuk fragmentasi horizontal
(pemilahan record data) atau fragmentasi vertikal (pemilahan field/atribut data).
c)
Replikasi dan Fragmentasi :
1.
Merupakan kombinasi dari replikasi dan fragmentasi.
2.
Data/tabel dipilah dalam sejumlah fragmen.
3.
Sistem lalu mengelola sejumlah salinan dari
masing-masing fragmen tadi di sejumlah simpul.
d)
Replikasi Data
1.
Keuntungan :
a.
Ketersediaan yang tinggi.
b.
Peningkatan Keparalelan (Increased paralelism).
c.
Peningkatan beban pengubahan data (Increased overhead
on upate).
e)
Fragmentasi Data
Dapat diterapkan operasi union
ataupun operasi natural join. Contoh ; Tabel nasabah bank dengan struktur
dan data sebagai berikut : nasabah = (no_nas, nama_nas, alamat_nas, kota,
saldo_simpan, saldo pinjam).
Perbedaan DDBMS dengan Sistem
Sentral Hardware
1.
Ada banyak komputer yang disebut sites atau nodes.
2.
Site-site ini terhubung oleh jaringan komunikasi untuk
mengirim data dan perintah-perintah di antara site-site tersebut.
Jaringan Komputer adalah sebuah sistem yang terdiri dari beberapa
perangkat Komputer serta perangkat lain pendukung komputer yang saling
berhubungan satu dengan yang lain nya . Koneksi Jaringan dapat menggunakan
kabel atau disebut wired Network atau bisa juga tanpa kabel atau wireless
Network. Dalam Jaringan Komputer kita dapat melakukan pertukaran data, sharing
informasi. Dalam Suatu Jaringan komputer terdapat suatu induk jaringan atau
disebut dengan Server . sedangkan pengakses server, di sebut Client.
Konsep Database
Terdistribusi adalah terpusatnya
suatu database di suatu titik yang kemudian dikoneksikan dengan jaringan bisa
internet ataupun intranet untuk melayani beberapa terminal yang
tersambung di setiap host komputer. Intinya, database tidak di taruh di setiap
PC namun ada satu induk PC yang di gunakan untuk menshare database.
1.
Distributed Database adalah suatu database yang penyimpanan nya tidak di letakkan semua di taruh
di pc umum. Kebanyakan, distributed database di letakkan di Pc induk ( Server )
lalu kemudian komputer lain yang terkoneksi dengan nya dapat saling
memanfaatkan database.
2.
Database Management System
Terdistribusi adalah Sebuah system yang menyusun, mengatur suatu
cara atau proses agar database dapat terdistribusi dengan benar dan tepat
sasaran
Contoh dari penerapan
Distributed Database antara lain suatu
Bank nasional atau swasta yang memiliki cabang disuatu tempat. Di dalam kantor
bank tersebut terdapat jaringan Ethernet atau local yang berfungsi untuk
pertukaran data dalam lingkup kantor atau local saja. Namun Bank cabang
tersebut juga terkoneksi ke server bank pusat yang berisi data data Nasabah .
Database Bank pusat ini bisa disebut distributed
database, karena tidak hanya bank yang pusat saja yang dapat menggunakan
database tersebut, namun Cabang dari bank tersebut juga bisa mengakses nya.
1.
Keuntungan Dan Kerugian
Menggunakan DBMS
Keuntungan Menggunakan DBMS
:
a.
Controlling Redundancy
Dengan adanya DBMS maka kemungkinan
terjadi redundansi mengecil, meskipun database nantinya di pakai secara bersama
dan simultan namun DBMS memiliki suatu system sendiri untuk mencegah terjadinya
hal tersebut, tentunya dengan beberapa option
b.
Restricting unauthorized
access
DBMS mempunyai suatu system yang bisa mengatur
previlage user. Setiap user mempunyai hak akses sendiri sendiri, ada yang hanya
diijinkan untuk retrieve data, ada lagi yang di ijinkan untuk update data juga
DBMS mempunya otorisasi khusus untuk tiap tiap user
c.
Providing persistent storage
for program object and data structures
Ini merupakan salah satu bentuk konsep database
berorientasi objek . Contoh : misalkan tipe record dalam pascal adalah C++.
Nilai dari variable program akan di hapus setiap program selesai itu disebut
persistence. Dari contoh tersebut, kita dapat melihat bahwa DBMS mempunyai
system yang berorientasi objek, dengan begitu, format format yang tidak sesuai
akan di konversi sehingga dapat berfungsi.
d.
Permitting inferencing and
actions using rules
Sistem database deduktif memiliki kemampuan
mendefinisikan rule deduksi untuk menginfer informasi baru. Misal menentukan
siswa dalam masa percobaan. Ini dideklarasikan sebagai rule. Pada DBMS
tradisional, kode program prosedural seperti ini secara eksplisit perlu
ditulis. Tetapi jika rule diubah, yang tepat diubah adalah rule deduksi yang
dideklarasikan daripada mengk oding prosedur programnya. Sistem database aktif
menyediakan rule yang aktif yang dapat secara otomatis menginisialisasi
aksi.
e.
Providing multiple user
interfaces
Karena tipe user ada sangat banyak tipe berdasarkan
skill dan pengetahuan teknik , DBMS dapat menyediakan interface yang sesuai
dengan user tersebut
f.
Representing complex
relationships among data
Di dalam database, ada banyak sekali data yang saling
berhubungan. DBMS memiliki kemampuan untuk mempresentasikan relasi yang
kompleks demi memmudahkan pengguna
g.
Providing backup and
recovery
Dengan menggunakan DBMS maka kegiatan backup dan recover
database dapat tersusun dan terjadwal, sehingga apabila terjadi kesalahan dapat
segera di restore dengan fasilitas recovery ini
2.
Kerugian menggunakan DBMS
a.
Kebutuhan hardware yang
sangat baik dengan spesifikasi tinggi
Tidak dapat dipungkiri, dengan menggunakan DBMS, kita
membutuhkan hardware yang memimiliki spesifikasi tinggi yang tentunya berharga
mahal. Kualitas hardware dan koneksi jaringan sangat mempengaruhii alur data
dari DBMS ini.
b.
Adanya biaya tambahan untuk
perawatan Hardware dan Software
Tentunya dengan kita mengaplikasikan DBMS dibutuhkan
maintenance atau perawatan berkala pada hardware ataupun software yang kita
pakai, tentunya dengan biaya tambahan lagi .
c.
Harga Software yang mahal
Server database menggunakan Software yang cukup mahal
harganya , dengan demikian dapat juga menambah biaya dari suatu proyek yang
menggunakan DBMS
d.
Kompleksnya manajemen yang
sangat tinggi
Meskipun DBMS ini di rancang untuk mengatasi
kekompleks an data yang tinggi, namun kadang user nya sendiri yang bingung atau
masih belum terbiasa menggunakan aplikasi nya, dengan begitu di butuhkan waktu
untuk mempelajari nya.
Menggunakan DBMS memang menawarkan banyak kelebihan
dari segi apapun. namun, kita harus melihat apakah DBMS mutlak diperlukan dalam
suatu proyek database. akan lebih baik menggunakan model tradisional saja jika
memang aplikasi nya sederhana dan tidak sering mengalami perubahan. Kemudian
multiple user tidak di perlukan. dengan begitu maka kita dapat lebih efisien
dalam mengolah database.
Seperti halnya proses perancangan sistem lainnya,
perancangan basis data terdistribusi juga memerlukan serangkaian proses
analisis dan desain. Termasuk di dalam proses ini adalah analisis kebutuhan
beserta proses-proses perancangan, yakni desain secara konseptual bersama
dengan desain tampilan (view) informasi; desain distribusi yang
melibatkan pengaturan pembagian data; kemudian desain fisik (lihat gambar).
Bagian proses perancangan basis data terdistribusi
Sebelum belajar lebih jauh
tentang database terdistribusi, ada baik kita mengingat kembali tentang data,
informasi, database (basis data), dan jaringan Komputer serta pengertian
database terdistribusi itu sendiri yang diharapkan biasa berguna dalam
mempejalari desain database terdistribusi ini nantinya.
1.
Data
Data merupakan fakta di
dunia nyata atau kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan
kesatuan nyata. Data dapat berupa angka-angka, huruf-huruf,simbolsimbol atau
karakter khusus atau gabungan darinya.
2. Informasi
Informasi adalah data atau
kumpulan data yang sudah diolah. jadi Sumber dari informasi adalah data. Dimana
dengan informasi diharapkan seseorang akan lebih mudah memahami sekaligus dapat
digunakan utuk mengambil keputusan.
3.
Basisdata (database)
Basis data (database)
merupakan kumpulan file (data) yang saling berinteraksi atau berhubungan yang
diatur sedemikian rupa. Paradigm pengolahan data pada database system merupakan
perpindahan dari paradigma file system (data diolah oleh masing-masing
aplikasi). Program aplikasi tidak berpengaruh oleh perubahan yang terjadi pada
data, begitu juga sebaliknya.
4.
DBMS
DBMS (database management
system) merupakan satu set program yang berguna untuk mendefinisikan, mengatur,
dan memproses database serta aplikasi-aplikasinya.
5. Jaringan komputer
Jaringan komputer merupakan
sekumpulan komputer dan perangkat yang saling terhubung antara satu dengan
lainnya. Dimana pada awalnya dibuat dengan tujuan menyelamatkan data (ARPANET).
Sedangkan
6. Databases terdistribusi
Databases terdistribusi
sebagai berikut :
1.
Kumpulan data yang
digunakan bersama yang saling berhubung secara logic tetapi tersebar secara
fisik pada suatu jaringan komputer.
2.
Database yang disimpan pada
beberapa komputer didistribusi dalam sebuah sistem terdistribusi melalui media
komunikasi seperti high speed buses atau telepone line.
7. DDBS
DDBS (distributed database
system) merupakan gabungan dari dua pendekatan pengolahan data yang sama sekali
berlawanan yaitu database dan jaringan computer. Dimana tujuan utama database
system adalah untuk mengintegrasikan data dan sentralisasi, sehingga akses
(deskripsi, manipulasi dan control) terhadap sangat terkontrol. Sedangkan jaringan
computer bertujuan untuk membuat mode kerja yang benar-benar menghindari
terjadinya sentralisasi beban kerja.
D.
Fragmentasi
Dalam basis data terdistribusi,
fragmentasi dilakukan pada relasi-relasi yang ada pada basis data. Fragmentasi
membagi suatu relasi yang ada menjadi sejumlah fragmen atau pecahan relasi yang
tetap mempertahankan keutuhan informasi semula. Kelebihan dari fragmentasi,
yang menjadi alasan dilakukannya adalah dimungkinkannya pemrosesan data secara
paralel dan penempatan tupel relasi, yang berisi sejumlah informasi, pada
tempat yang tepat, yaitu yang paling membutuhkannya. Fragmentasi sendiri
terbagi atas empat jenis, yaitu:
· Primary horizontal: sebuah relasi R(A1, …, An) difragmentasi berdasarkan
himpunan predikat-predikat relasi PR = {p1, …, pn}. Tiap-tiap predikat
merupakan perbandingan yang digunakan dalam aljabar relasional, yang dapat
melibatkan operator perbandingan =, ?, <, atau >.
· Derived horizontal: pembuatan partisi suatu relasi R berdasarkan partisi
yang dibuat pada relasi lain, misalkan S. Satu atau beberapa atribut di R
mengacu kepada primary key pada S.
· Vertical: fragmentasi ini dilakukan dengan memisah-misahkan atribut-atribut
dari skema relasi R ke dalam skema-skema Ri. Setiap fragmen relasi harus
memiliki primary key relasi asli.
· Hybrid: fragmentasi yang mempunyai pola campuran dari ketiga relasi di atas
1.
Ilustrasi Fragmentasi Misalkan ada dua relasi sebagai berikut:
PEGAWAI(NoPeg, NamaPeg, Posisi,
Gaji, NoDep)
DEPT(NoDep, NamaDep, Lokasi)
Contoh fragmentasi untuk tiga jenis
fragmentasi yang telah disebutkan di atas adalah
sebagai berikut:
a.
Dalam fragmentasi primary horizontal, dimisalkan ada
himpunan predikat yang diakses oleh aplikasi yang berbeda. Satu aplikasi
memperoleh informasi pegawai dengan posisi DBAdmin, sementara aplikasi lainnya
memperoleh informasi pegawai dengan gaji lebih besar dari Rp 15 juta. Predikat
sederhana dapat dinyatakan dalam himpunan sbb: . Selanjutnya, predikat-predikat
dapat dinyatakan ke dalam himpunan dari minterm, yaitu . Selanjutnya,
predikat-predikat dapat dinyatakan ke dalam himpunan dari minterm, yaitu
sebagai berikut :
o m1 = Posisi = ‘DBAdmin’ ^ Gaji
> 15000000
o m2 = Posisi ? ‘DBAdmin’ ^ Gaji
> 15000000
o m3 = Posisi = ‘DBAdmin’ ^ Gaji =
15000000
o m4 = Posisi ? ‘DBAdmin’ ^ Gaji =
15000000
b.
Dalam fragmentasi derived horizontal, misalkan DEPT
dipartisi berdasarkan predikat Lokasi = ‘Bandung’, sehingga ada dua partisi
DEPT1 = sLokasi = ‘Bandung’(DEPT)
DEPT2 = sLokasi ? ‘Bandung’(DEPT)
Sementara, itu PEGAWAI dipartisi
berdasarkan partisi DEPT sebagai berikut:
PEGAWAIi PEGAWAI left outer join
DEPTi
c.
Dalam fragmentasi vertical, relasi PEGAWAI(NoPeg,
NamaPeg, Posisi, Gaji, NoDep) difragmentasi ke dalam fragmen relasi
PEGAWAI1(NoPeg, NamaPeg, Gaji) dan PEGAWAI2(NoPeg, Posisi, NoDep).
2.
Ketepatan Fragmentasi
Fragmentasi dikatakan tepat apabila
memenuhi syarat-syarat berikut:
a.
kelengkapan: dekomposisi relasi R ke dalam
fragmen-fragmen R1, …, Rn dikatakan lengkap jika setiap tupel R dapat ditemukan
dalam fragmen Ri mana pun.
b.
rekonstruksi: jika relasi R terdekomposisi ke dalam
fragmen-fragmen R1, …, Rn, terdapat operator relasional sedemikian sehingga .
c.
disjoint: jika sebuah relasi R dipartisi, sebuah tupel
dalam R, jika ditemukan dalam fragmen Ri, tidak akan ditemukan dalam fragmen Rj
dengan i ? j.
3. Alokasi
Dalam basis data terdistribusi,
alokasi mengacu kepada distribusi data ke tempat yang optimal. Ada tiga aspek
dalam memastikan alokasi menjadi optimal, antara lain.
a.
Biaya minimal, yang mencakup aspek komunikasi,
penyimpanan, dan pemrosesan (pembacaan dan update); biaya mengacu pada waktu
dan biaya jaringan.
b.
kinerja, yang mencakup waktu respons dan throughput.
c.
konstrain pemrosesan dan penyimpanan per situs (tempat
menyimpan data).
4. Alokasi – Kebutuhan
Informasi
Untuk dapat mengalokasikan basis
data terdistribusi secara optimal, dibutuhkan informasi-informasi tentang
sistem sebagai berikut:
a.
Informasi basis data.
1)
Skema konseptual basis data dan jumlah situs tersedia.
2)
Jumlah, ukuran, dan selektivitas fragmen per relasi
global.
b.
Informasi aplikasi.
1)
Jumlah query aplikasi.
2)
Rata-rata jumlah akses baca dariquery ke dalam sebuah
fragmen.
3)
Rata-rata jumlah akses update dari query ke dalam
sebuah fragmen.
4)
Matriks yang menunjukkan query mana yang meng-update
dan/atau membaca fragmen tertentu.
5) Situs asal tiap-tiap
query dijalankan.
c.
Informasi situs.
1) Unit cost
penyimpanan data dalam satu situs.
2) Unit cost
pemrosesan data dalam satu situs.
d.
Informasi jaringan
1) Komunikasi antara dua situs, mencakup antara lain bandwidth dan tunda
(latency).
E. Replikasi
Sistem basis data terdistribusi
dapat menyimpan duplikat dari data yang sama dalam site yang berbeda agar
perolehan informasi yang semakin cepat dan toleransi kesalahan. Proses ini
disebut replikasi. Replikasi pada relasi bersifat redundan pada dua atau lebih
situs.
Replikasi pada relasi disebut
replikasi penuh bila relasi tersebut disimpan pada semua situs. Basis data
disebut redundan penuh jika tiap-tiap site mengandung duplikat dari keseluruhan
basis data.
Replikasi dilakukan karena memiliki
kelebihan sebagai berikut:
1.
Jika situs asli yang menyimpan relasi R mengalami
kegagalan, relasi R tetap dapat diakses melalui replikanya.
2.
Query pada relasi R dapat berjalan secara paralel di
simpul (situs) yang berbeda
3.
Lebih sedikit transfer data, yaitu tidak perlu lagi
mengambil data suatu relasi melalui jaringan karena sudah ada replika dalam
situs lokal.
Namun,
proses replikasi juga memiliki kelemahan, antara lain:
1.
Proses update yang lebih rumit karena setiap replika
relasi R harus di-update.
2.
Kendali atas konkurensi yang lebih rumit karena update
terhadap replika secara konkuren dapat menyebabkan basis data menjadi tidak
konsisten sehingga diperlukan mekanisme khusus dalam penanganan konkurensi.
Sementara
itu, dalam melakukan replikasi, ada dua strategi, yaitu:
1.
Sinkron: sebelum seluruh proses transaksi update
dinyatakan selesai, data yang telah dimodifikasi disinkronkan ke setiap
duplikatnya; proses ini harus menunggu hingga data di tempat penyimpanan
duplikat selesai ditulis sebelum dilakukan perubahan lainnya sehingga menjadi
lebih kompleks.
2.
Asinkron: copy data diperbaharui secara periodik
berdasarkan data utama yang diperbaharui; proses penulisan data selesai tanpa
perlu menunggu penulisan data di tempat penyimpanan duplikat selesai; proses
ini memang meningkatkan kinerja sistem namun risikonya, inkonsistensi data bisa
terjadi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Basis
Data Terdistribusi adalah kumpulan data logic yang saling berhubungan secara
fisik terdistribusi dalam jaringan komputer, yang tidak tergantung dari
program aplikasi sekarang maupun masa yang akan datang.
Fragmentasi adalah
sebuah fenomena di ruang penyimpanan yang digunakan secara tidak efisien,
mengurangi kapasitas penyimpanan. Istilah ini juga digunakan untuk menunjukkan
tempat yang gersang itu sendiri.
Replikasi adalah adalah
suatu teknik untuk melakukan copy dan pendistribusian data dan objek-objek
database dari satu database ke database lain dan melaksanakan sinkronisasi
antara database sehingga konsistensi data dapat terjamin.
B. Saran
Dengan keterbatasan kemampuan dan
waktu yang tersedia Saya menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan dalam
makalah ini. Saran, perlu ada nya pembahasan mengenai Basis Data Terdistribusi
secara langsung
DAFTAR PUSTAKA
1.http://bijitugas.wordpress.com/2012/03/12/sistem-basis-data-terdistribusi-dan-konsep-nya/
2.http://nurcholis.student.umm.ac.id/2010/03/24/pengantar-database-terdistribusi/
3. http://alanrk89.blogspot.com/2012/09/makalah-database-terdistribusi.html


0 komentar
Posting Komentar